Selasa, 14 Desember 2010

LUPA

saya ini termasuk orang pelupa.seringkali saya mengalami lupa yang bagi orang lain sebenarnya sesuatu hal yang tak seharusnya dilupakan.
kadang banyak hal yang sudah direncanakan sebelumnya,tiba-tiba saja terlewat begitu saja dengan tanpa sadar.
banyak hal kecil, misalnya menaruh kunci yang baru sudah dipakai.

ada pula kelupaan yang cukup membuat khawatir juga, misalnya dompet yang lupa saya taruh dan lupa membawanya
saat saya belanja.
pernah juga kelupaan menyimpan uang dan ternyata saat dicari ngga ketemu
hmm...
kadang saya kesaldengan diri saya sendiri dengan sifat pelupa ini.apalagi kalau imbas kelupaan saya cukup merepotkan atau membawa dampak bagi orang lain, padahal bagi orang tersebut apa yang saya lupakan adalah sesuatu yang sangat penting.
keadaan seperti ini jadi menimbulkanperasaan bersalah pada diri saya. namun menyalahkan diri sendiri nampaknya bukan perkara bijak. semakin kita menyalahkan diri sendiri semakin membuat kita tertekan dan ini tentu bukan hal yang baik.

akhirnya seiring waktu saya mulai belajar memahami dan mengatasi sifat pelupa saya. ketika sudah mau pergi jauh misalnya, saya biasanya sudah persiapkan segala sesuatunya sehari sebelum berangkat semua sudah harus lengkap.

saya cek berulang kali terutama barang yang wajib (dompet misalnya). namun untuk hal" yang sifatnya mendesak, sifat pelupa saya ternyata masih sulit hilang. lagi" ini membuat saya kadang tertekan dan guilty.
saya sadari kalau sikap saya seperti ini terus maka hal ini akan menjadi lingkaran setan yang tak berkesudahan. saya tak menjadi lebih baik tapi malah makin parah. sampai saya sadar bahwa lupa adalah salah satu sifat manusia.
tak ada manusia didunia ini yang tak pernah lupa. sekarang saya mulai agak kompromis dan pemaaf kepada diri sendiri kalau saya lupa. tak lagi terlalu menyalahkan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar