Anak punk, punky group, anak gaul, anak nge-punk atau sejenisnya. Siapa yang tidak mengenal mereka. Sekelompok anak muda dengan tampilan yang berbeda. Rambut bergarna, anting-anting yang nyaris menghiasi seluruh tubuh, seperti lidah, bibir hingga hidung, tampil eksentrik dengan penuh percaya diri, tidak peduli kehadiran mereka yang “aneh” itu terkadang dibenci oleh masyarakat disekitarnya.
Anak punk, merupakan sebuah indentitas anak-anak muda yang ingin diperhatikan, ingin diakui dan mendapat “tempat” dihati masyarakat.
Namun sayang, rasa ingin diperhatikan ini justru dipandang lain oleh sebagian kita yang katanya memiliki toleransi dan saling menghargai.
Mari kita lihat kehidupan mereka, tidur tak ber-alaskan langit, dan singgah dimanapun tempat yang dapat disinggahi untuk dapat berteduh dari teriknya matahari, derasnya air hujan dan tidak sedikit mereka mencari tempat untuk berlindung dari kejaran masyarakat.
Tapi mereka tetap bertahan dengan kemampuan mereka. Di bandung tempat tinggal saya , saya sempat melihat bagaimana mereka mengamen untuk mencari sesuap nasi agar terhindar dari tindakan kriminal.
“Dari pada dicuri, lalu ditangkap polisi, mending kami ngamen walau terkadang orang berlari melihat kami,” kata salah seorang anak punk, saat saya tanyakan perihal aktifitas mereka di bulan suci Ramadhan, tahun lalu.
Saya pribadi senang mendengar jawaban tersebut. Saya Bangga, karena mereka juga memiliki harga diri dari pada harus mengemis tidak di jalan-jalan.
Memang, harus diakui, imej anak punk yang selama ini tersemat sebagai anak berandal, beringas, kotor, penjahat jalanan hingga anak-anak buangan masih susah terkikis dari OTAK masyarakat kita.
Walau ada pemberitaan tentang pembunuhan, pencurian dan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak punk, sebenarnya, apa yang mereka lakukan sangatlah kecil persentasenya bila dibandingkan kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum.
Justru, pelaku pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, lebih banyak dilakukan oleh manusia-manusia yang katanya lebih baik dari anak-anak punk.
Mau bukti, coba cek pemberitaan di media massa, setiap harinya ada pembunuhan, pemerkosaan, pencuriaan hingga kejahatan sadis lainnya. Tapi, dari semua pemberitaan itu, berapa persenkah kejahatan-kejahatan itu dilakukan oleh anak-anak punk?
Masyarakat kita sudah SOK SUCI dengan mengatakan anak-anak punk adalah sampah masyarakat.
Bahkan tidak sedikit, masyarakat kita berkata : “Tolong bersihkan kota ini dari anak-anak berandal seperti anak punk. Kehadiran mereka merusak kenyamanan dan menggangu pemandangan!”.
Pernyataan diatas, bahkan, tidak sedikit keluar dari mulut para intelektual, manusia bertitel ustad atau ketua agama lainnya, bahkan oleh pejabat-pejabat negeri ini. Mereka seolah sudah berasa paling bersih dibanding anak-anak punk.
kekesalan saya semakin bertambah saat seorang teman berkata : “Kehadiran anak-anak punk adalah perusak dan dibayar untuk merusak syariat Islam di Aceh”.
Sebuah pernyataan yang sangat memalukan dan menyakitkan.
Sekarang, mari kita tanya hati kita, sejauh mana mereka mengganggu kita? sejauh mana mereka menyusahkan kita? justru kitalah biang perusak kehidupan mereka.
Anak-anak punk, merupakan sebuah sikap atas anak-anak muda yang menginginkan pengakuan terhadap status mereka. Mereka hadir sebagai anak punk pun bukanlah lahir atas sendirinya. Tapi mereka hadir dan lahir atas sikap masyarakat kita, atas sikap keluarga yang bersikap zalim terhadap kehidupan mereka, sehingga mereka mencari “peralihan” cara agar mereka bisa bertahan hidup.
Lingkungan telah merubah mereka. Kehajatan rumah tangga (KDRT), ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat dan kezaliman lainnya yang mereka lihat dan mereka rasakan langsung. DAN PAHAMKAH KITA AKAN INI!
Di Aceh, bahkan, anak-anak punk pun ditangkap dan digunduli. Mereka di bina oleh kepolisian.
Partanyaan saya, mengapa mereka ditangkap, mengapa mereka digunduli? apa salah mereka? Karena, tidak sedikit dari mereka juga menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa ramadhan, dan pastinya, ANAK PUNK TIDAK PERNAH KORUPSI!!
Mereka ditangkap karena alasan masyarakat tidak nyaman atas kehadiran mereka.
Mengapa bukan kita, masyarakat, yang membina mereka dengan berbagai kegiatan. Membina mereka dengan aktifitas yang lebih bermanfaat. Bukan harus ditangkap dan digunduli. Seolah-olah mereka adalah penjahat yang harus dihabisi.
Bisa jadi, kita, masyarakat yang menuduh mereka anak-anak “rusak” justru lebih rusak dari anak-anak punk itu sendiri. Bahkan, para penangkap anak-anak punk itu, belum tentu mereka melaksanakan shalat lima waktu. Dan belum tentu tidak melakukan korupsi di kantornya.
Mari tanyakan hati kita!!
Minggu, 29 Mei 2011
Rabu, 29 Desember 2010
AUTOBIOGRAFI
Saya ingin bercerita sedikit mengenai diri saya. perkenalkan nama saya yudi azis dewantara. saya dilahirkan di bandung pada 27 juli. saya merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara pasangan ayah dan ibu saya. saya memiliki 3 orang kaka
1 laki-laki dan 2 perempuan. kaka laki-laki saya seorang kakak yang berjiwa pemimpin dan memiliki tauladan yang baik bagi adik-adiknya. dan saya juga mempunyai 1 adik laki-laki yang selalu bercanda tawa dengan saya sejak kecil
Saya berasal dari keluarga biasa dan sederhana namun orang tua saya menjadi sangat luarbiasa jika sudah menyangkut pendidikan anak-anaknya. Ayah selalu menasehati dan mengingatkan saya dan anak-anaknya yang lain untuk selalu belajar.
saya itu orangnya sederhana tidak gampang bergaul, kadang pemalu, kadang pendiam, dan kadang pula saya itu lincah (ngariwehken). saya selalu berpikir kehidupan saya kebanyakan sedihnya dari pada senangnya. (mungkin takdir)
Seperti kebanyakan anak-anak lain pada umumnya, saya memiliki cita-cita di waktu kecil, namun cita-cita saya selau berubah-ubah saat saya kelas 1 SD saya bercita-cita menjadi pemain sepak bola yang handal. terus dilanjut ke SMP saya bercita-cita menjadi orang yang bisa mengutak-ngatik komputer (engga tau sebutannya apa ?). dan ketika saya SMK saya bercita-cita menjadi mekanik handal. itu juga karena keinginan ayah saya.
seiring berjalannya waktu saya mulai bingung dengan masa depan saya. akan jadi apa saya kelak.
tapi diluar cita-cita saya. saya pun mempunyai impian, saya ingin sekali menghasilkan sebuah karya yang bisa diabadikan dan menjadi kenangan hidup saya. Semoga impian saya dapat terwujud.
"AMIN"
Hidup adalah perjuangan begitu pepatah mengatakan, dan sekarang saya sedang berjuang demi hidup saya demi masa depan saya dan saya ingin bisa membahagiakan dan membanggakan bukan hanya kedua orang tua saya, namun kakak dan adik-adik saya kelak. Karena mereka adalah orang-orang hebat dalam hidup saya dan orang-orang terdekat dalam hati saya.
1 laki-laki dan 2 perempuan. kaka laki-laki saya seorang kakak yang berjiwa pemimpin dan memiliki tauladan yang baik bagi adik-adiknya. dan saya juga mempunyai 1 adik laki-laki yang selalu bercanda tawa dengan saya sejak kecil
Saya berasal dari keluarga biasa dan sederhana namun orang tua saya menjadi sangat luarbiasa jika sudah menyangkut pendidikan anak-anaknya. Ayah selalu menasehati dan mengingatkan saya dan anak-anaknya yang lain untuk selalu belajar.
saya itu orangnya sederhana tidak gampang bergaul, kadang pemalu, kadang pendiam, dan kadang pula saya itu lincah (ngariwehken). saya selalu berpikir kehidupan saya kebanyakan sedihnya dari pada senangnya. (mungkin takdir)
Seperti kebanyakan anak-anak lain pada umumnya, saya memiliki cita-cita di waktu kecil, namun cita-cita saya selau berubah-ubah saat saya kelas 1 SD saya bercita-cita menjadi pemain sepak bola yang handal. terus dilanjut ke SMP saya bercita-cita menjadi orang yang bisa mengutak-ngatik komputer (engga tau sebutannya apa ?). dan ketika saya SMK saya bercita-cita menjadi mekanik handal. itu juga karena keinginan ayah saya.
seiring berjalannya waktu saya mulai bingung dengan masa depan saya. akan jadi apa saya kelak.
tapi diluar cita-cita saya. saya pun mempunyai impian, saya ingin sekali menghasilkan sebuah karya yang bisa diabadikan dan menjadi kenangan hidup saya. Semoga impian saya dapat terwujud.
"AMIN"
Hidup adalah perjuangan begitu pepatah mengatakan, dan sekarang saya sedang berjuang demi hidup saya demi masa depan saya dan saya ingin bisa membahagiakan dan membanggakan bukan hanya kedua orang tua saya, namun kakak dan adik-adik saya kelak. Karena mereka adalah orang-orang hebat dalam hidup saya dan orang-orang terdekat dalam hati saya.
Jumat, 24 Desember 2010
CARI MAKAN
saya seringkali prihatin ketika melihat banyak generasi anak-anak kita sudah "terjun" ke dunia jalanan.lebih prihatin lagi banyak di antaranya yang sudah terbiasa menjadi peminta-minta.padahal banyak juga yang bertubuh gemuk
sehat dan berbaju bersih.
takutnya makin banyak anak-anak memiliki mentalitas pengemis sejak dini. apalagi jika mereka sudah merasakan kalau mengemis ternyata mudah dan instan dalam mencari uang.
beberapa waktu lalu saya agak terenyuh, di sebuah perepatan sudirman bandung saya melihat seorang anak gadis kecil, agak kurus kulitnya terbakar matahari, wajahnya menunjukan betapa kerasnya hidup. mulanya saya kira pengemis ternyata dia berjualan koran !
di tengah anak-anak lain yang mungkin lebih suka meminta-minta, dia lebih memilih berjualan koran. hari berikutnya saya menemui lagi seorang anak kecil, yang juga tidak mengemis.
anak ini pun berjualan di depan gramedia. seorang anak kecil yang bene-bener ingusan ia berjualan dengan duduk di dekat tangga, sambil sesekali mengintip, membaca koran dagangannya.
ketika seusia dia, saya mungkin sehari-hari kerjaannya cuma bermain dan bermain, tapi anak ingusan ini sudah berjuang menyambung hidup. di saat itu saya sempat membeli koran (meski saya sebernarnya tidak terlalu butuh), hanya untuk sedikit "membantu" anak ini. saya sempat bertanya "apakah ade tidak sekolah"
jawab si anak "sekolah kelas 1 SD". karena sekolah pulang jam 9, "katanya" dia langsung berjualan koran.
saat itu pula saya merasa malu sendiri, betapa tak bersyukurnya saya. seusia dia itu saya masih bisa menikmati masa bermain saya. dan sampai sekarang juga dimana saya sudah mau beranjak dewasa (dalam arti akil balik) harusnya saya lebih banyak lagi bersyukur.
apalagi melihat anak sekecil itu harus bergelut dan berjuang mencari makan yang penghasilannya tentu tak seberapa besar, jauh di bawah saya, apalagi masih menyempatkan untuk sekolah.
saya sangat salut juga dengan pilihan mereka, meski serba susah dengan himpitan ekonomi, mereka masih punya "keberanian" dan "kekuatan" besar untuk tidak meminta-minta . mereka lebih memilih 'brave' dengan berjualan koran yang saya kira jauh lebih berat konsekuensin dan penghasilannya dibanding dengan mengemis (karena saya pernah baca buku bahwa kalau mengemis itu ternyata hasilnya cukup mencengangkan).
saya hanya bisa berdoa dalam hati. ya allah jagalah anak-anak ini kuatkanlah tiap langkahnya, dan mudahkanlah jalannya di masa depan....
amin
sehat dan berbaju bersih.
takutnya makin banyak anak-anak memiliki mentalitas pengemis sejak dini. apalagi jika mereka sudah merasakan kalau mengemis ternyata mudah dan instan dalam mencari uang.
beberapa waktu lalu saya agak terenyuh, di sebuah perepatan sudirman bandung saya melihat seorang anak gadis kecil, agak kurus kulitnya terbakar matahari, wajahnya menunjukan betapa kerasnya hidup. mulanya saya kira pengemis ternyata dia berjualan koran !
di tengah anak-anak lain yang mungkin lebih suka meminta-minta, dia lebih memilih berjualan koran. hari berikutnya saya menemui lagi seorang anak kecil, yang juga tidak mengemis.
anak ini pun berjualan di depan gramedia. seorang anak kecil yang bene-bener ingusan ia berjualan dengan duduk di dekat tangga, sambil sesekali mengintip, membaca koran dagangannya.
ketika seusia dia, saya mungkin sehari-hari kerjaannya cuma bermain dan bermain, tapi anak ingusan ini sudah berjuang menyambung hidup. di saat itu saya sempat membeli koran (meski saya sebernarnya tidak terlalu butuh), hanya untuk sedikit "membantu" anak ini. saya sempat bertanya "apakah ade tidak sekolah"
jawab si anak "sekolah kelas 1 SD". karena sekolah pulang jam 9, "katanya" dia langsung berjualan koran.
saat itu pula saya merasa malu sendiri, betapa tak bersyukurnya saya. seusia dia itu saya masih bisa menikmati masa bermain saya. dan sampai sekarang juga dimana saya sudah mau beranjak dewasa (dalam arti akil balik) harusnya saya lebih banyak lagi bersyukur.
apalagi melihat anak sekecil itu harus bergelut dan berjuang mencari makan yang penghasilannya tentu tak seberapa besar, jauh di bawah saya, apalagi masih menyempatkan untuk sekolah.
saya sangat salut juga dengan pilihan mereka, meski serba susah dengan himpitan ekonomi, mereka masih punya "keberanian" dan "kekuatan" besar untuk tidak meminta-minta . mereka lebih memilih 'brave' dengan berjualan koran yang saya kira jauh lebih berat konsekuensin dan penghasilannya dibanding dengan mengemis (karena saya pernah baca buku bahwa kalau mengemis itu ternyata hasilnya cukup mencengangkan).
saya hanya bisa berdoa dalam hati. ya allah jagalah anak-anak ini kuatkanlah tiap langkahnya, dan mudahkanlah jalannya di masa depan....
amin
Rabu, 22 Desember 2010
hari ibu-hariku
Di keheningan malam, ku lihat wajah sendu terlelap menyimpan rasa lelah dan kantuk. Samar terlihat guratan wajah yang mengerut, tiba-tiba menetes air mata ini, tak kuasa melihatnya, tak terbayangkan kalau tiba-tiba Tuhan mengambil wanita yang paling kusayangi di dunia ini. Wanita yang senantiasa merawatku hingga ku beranjak dewasa. Belum puas rasanya mendekap erat tubuhnya, memeluknya dengan sekuat mungkin hingga tak ada yang bisa mengambilnya dari hidup ini. *manusia egois ;p.
***
Kebetulan hari ini tanggal 22 Desember, ada yang belum tahu ini hari apa? Yah, ini hari Ibu.
Jadi mari kita ucapkan selamat hari Ibu pada semua Ibu-ibu di seluruh Indonesia, khususnya ibu saya, ibumu sekalian, ibu guru, ibu kost, ibu polisi, ibu presiden dan ibu-ibu lainnya. Tak berlebihan rasanya bila negara kita punya hari khusus untuk mengormati wanita selain Hari Kartini, perjuangannya tentunya yang patut kita acungi jempol dan teladani. Begitu banyak tokoh wanita di dunia ini yang begitu hebatnya, tapi tentunya setiap orang punya idola wanita masing-masing, tak terkecuali saya. Saya punya wanita tangguh yang saya eluk-elukan, dari ujung rambut sampai ujung kakinya saya cintai, dialah Mama saya ^_^. heheheheh
Tak akan habis kata untuk melukiskan kasih sayang yang telah diberikannya, rasanya air mata ini menetes begitu saja kalau menceritakkan sosoknya. Teringat perkataan kasar nan menggores hati yang saya lontarkan pada mama, lagi-lagi karena alasan tak sengaja atau khilaf. Astagfirullah…..
Sedalam laut, seluas langit pun Cintanya selalu tak bisa diukur. Begitulah Mama mengurai waktu untuk anak-anaknya. Meneteskan keringat dan rindunya.
Ya Allah, berikan kami rasa kasih sayang seperti kasih sayang Ibu kami yang amat penyantun. Dan jadikanlah ketaatan kami padanyalebih nikmat daripada lelapnya mata yang amat mengantuk.
Ya Allah…Berilah balasan yang sebaik-baiknya atas didikannya. Amin.
Selamat Hari Ibu, bagi semua Ibu di Indonesia yang sedang berjuang untuk anaknya , keluarganya dan tugasnya juga bagi semua perempuan yang kelak akan menjadi seorang Ibu ^_^.
happy mothers day
***
Kebetulan hari ini tanggal 22 Desember, ada yang belum tahu ini hari apa? Yah, ini hari Ibu.
Jadi mari kita ucapkan selamat hari Ibu pada semua Ibu-ibu di seluruh Indonesia, khususnya ibu saya, ibumu sekalian, ibu guru, ibu kost, ibu polisi, ibu presiden dan ibu-ibu lainnya. Tak berlebihan rasanya bila negara kita punya hari khusus untuk mengormati wanita selain Hari Kartini, perjuangannya tentunya yang patut kita acungi jempol dan teladani. Begitu banyak tokoh wanita di dunia ini yang begitu hebatnya, tapi tentunya setiap orang punya idola wanita masing-masing, tak terkecuali saya. Saya punya wanita tangguh yang saya eluk-elukan, dari ujung rambut sampai ujung kakinya saya cintai, dialah Mama saya ^_^. heheheheh
Tak akan habis kata untuk melukiskan kasih sayang yang telah diberikannya, rasanya air mata ini menetes begitu saja kalau menceritakkan sosoknya. Teringat perkataan kasar nan menggores hati yang saya lontarkan pada mama, lagi-lagi karena alasan tak sengaja atau khilaf. Astagfirullah…..
Sedalam laut, seluas langit pun Cintanya selalu tak bisa diukur. Begitulah Mama mengurai waktu untuk anak-anaknya. Meneteskan keringat dan rindunya.
Ya Allah, berikan kami rasa kasih sayang seperti kasih sayang Ibu kami yang amat penyantun. Dan jadikanlah ketaatan kami padanyalebih nikmat daripada lelapnya mata yang amat mengantuk.
Ya Allah…Berilah balasan yang sebaik-baiknya atas didikannya. Amin.
Selamat Hari Ibu, bagi semua Ibu di Indonesia yang sedang berjuang untuk anaknya , keluarganya dan tugasnya juga bagi semua perempuan yang kelak akan menjadi seorang Ibu ^_^.
happy mothers day
Selasa, 14 Desember 2010
gila karena cinta
- Apabila cinta telah sedemikian besar dan dalam merasuk dalam jiwa sang pecinta. Terkadang sang pecinta akan melakukan hal – hal diluar pemikiran orang pada umumnya. Cinta sudah sedemikian tinggi dalam levelnya sehingga hanya dia yang mampu memahaminya dan orang lain hanya mengerti apabila telah dijelaskan. Hal inilah yang menyebabkan seseorang dianggap Majnun (gila) oleh sebagian orang lainnya karena ia telah melakukan sesuatu atau berpikir tentang sesuatu diluar pemahaman orang kebanyakan. Suatu saat Musa berjalan melewati sebuah padang dan mendengar seorang gembala sedang menyeru Tuhan: “Duhai Tuhan, dimanakah Engkau? Biar kurapikan tempat tidur-Mu. Biar kutuangkan air susu-Mu. Biar kusisiri rambut-Mu.” Serentak Musa marah. Ia menegur gembala itu. “Tak tahukah kamu dengan siapa kamu bicara? Dialah Tuhan alam semesta.” Mendengar teguran Musa gembala itupun merintih dan berlari hingga menghilang di tengah bebukitan. Berangkatlah Musa ke bukit Sina dan berbicara dengan Tuhannya. Ketika Musa hendak Pulang, Tuhan menegur Musa, “Lupakah kau dengan si gembala? Sungguh aku tidak melihat kata – kata yang diucapkan. Yang aku lihat adalah hati yang bersih yang mengeluarkannya. Ibadah yang indah jika tanpa makna, hanyalah khayalan hampa.” Tuhan menegur Musa. Kata – kata yang disampaikan begitu sederhana, ternyata dipandang agung di hadapan Sang Pencipta. Usai dari bukit Sina, Musa mencari s gembala. Ia temukan gembala itu tengah tersungkur di sebuah gubuk. Ketika disampaikan padanya apa yang disampaikan Tuhan semesta. Gembala itu berkata, “Aku sudah melewati batasan kata – kata. Kini kurasakan indahnya cinta.”“Pada suatu hari, aku keluar bersama saudaraku Dzun – Nun al – Mishri. Kata Abdul Bari, seorang sufi. Tiba – tiba kami berjumpa dengan serombongan anak – anak yang sedang melempari seseorang dengan batu. Saudaraku berkata pada mereka: ‘Apa yang kalian inginkan darinya?’ Mereka menjawab: ‘Orang ini gila, dia mengaku melihat Tuhan!’ Lalu, kami mendekati dia, yang ternyata seorang pemuda yang sangat tampan. Tampak pada dirinya wibawa ‘arifin. Kami ucapkanlah salam padanya. Kami berkata: ‘Mereka menuduh kamu mengaku pernah melihat Allah.’ Ia berkata, ‘Enyahlah dari sini wahai pemalas! Sekiranya aku kehilangan Dia sekejap mata saja, akan kusesali seluruh hidupku.’ Kemudian ia melantunkan syair:Sang kekasih mengejar ridha KekasihnyaDambaan kekasih hanyalah perjumpaan dengan KekasihnyaDipandangnya Kekasih dengan kedua mata hatinyaHati mengenal Tuhannya dan melihatnyaBahagia sang kekasih dapat mendekati KekasihnyaMeninggalkan para budak,maka tidak dia lihat siapapun selain Dia.Aku berkata kepadanya : ‘Apakah kamu gila?’ Ia berkata: ‘Di hadapan penghuni bumi, memang benar aku gila: di hadapan penduduk langit, tidak’ Aku bertanya lagi: ‘Bagaimana keadaanmu dengan Junjunganmu?’ Ia berkata: ‘Sejak aku mengenalnya, aku tidak pernah meninggalkan-Nya. Aku bertanya: ‘Sejak kapan kamu mengenalnya?‘ Ia menjawab: ‘Sejak Dia menjadikan aku dalam kelompok orang gila.’” Menyimak kisah diatas, apabila kita renungkan dengan seksama. Ternyata orang ini bukanlah orang gila. Pemuda ini hanya merasakan cinta dalam hatinya. Cinta yang begitu besar dan luas hingga ia terhanyut didalamnya. Apakah kita dapat mengatakan bahwa dia gila setelah mendengar penjelasannya? Tentu tidak, apakah seseorang yang mencintai Tuhannya patut dianggap gila? Dia sedang merasakan keindahan yang sangat dalam jiwanya. Kenikmatan yang tidak dapat dirasakan setiap orang. Kepuasan yang hanya dialami oleh seseorang yang memiliki cinta. Orang yang seperti ini bukanlah orang gila. Rasulullah Saw pernah menjelaskan siapa orang gila yang sebenarnya. Sewaktu beliau melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul. Beliau bertanya pada mereka, “Karena apakah kalian berkumpul disini?” Para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, ini ada orang gila, sedang mengamuk. Karena itulah kami berkumpul disini.” Beliau bersabda.”Orang ini bukan gila. Ia sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang benar – benar gila?” Para sahabat menjawab, “Tidak ya Rasulullah.” Beliau menjelaskan, “Orang gila ialah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang orang dengan pandangan yang merendahkan yang membusungkan dada, berharap akan surga Tuhan sambil berbuat maksiat kepadanya, yang kejelekannya membuat orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia hanya sedang mendapat musibah saja.” Kata ‘Majnun atau orang gila berasal dari akar kata ‘jannat, yang berarti menutupi. Meskipun dia memiliki akal, namun akal tersebut tak mampu menerangi perilakunya. Akalnya tersebut telah ditutupi dan dikuasai oleh hawa nafsunya. Dalam pengertian inilah Rasulullah Saw menyebut seseorang yang takabur itu gila.Adapun kepada orang yang sedang terganggu pikirannya Rasulullah menyebutnya sebagai orang yang sedang menerima musibah, orang sakit. Ia sakit karena ketidak sanggupannya menanggung derita. Dan perilakunya yang aneh hanyalah pelariannya dari kenyataan yang menyakitkan dalam hidupnya. Orang yang sedang menerima musibah seperti ini justru patut kita bantu. Ia bukanlah orang gila, kita seharusnya meringankan dirinya dari penderitaan dan menuntunnya menuju jalan keluar dari permasalahan yang ia alami. Ia bukanlah seseorang yang telah tertutup hatinya. Ia hanya seseorang yang telah terluka dan hancur hatinya. Bukankah Tuhan berkata, “Carilah aku di tengah – tengah orang yang hancur hatinya?” Bukan orang yang seperti ini yang patut kita jauhi, melainkan orang yang benar – benar gila. Yang merasa dirinya besar, dan merendahkan orang lain. Ia menutup kenyataan bahwa ia tidak berbeda dari orang lain. Sifatnya yang merasa dirinya lebih dari yang lain menjadi sebuah tembok besar yang menghalangi kepribadian mulianya.Rasulullah Saw berkata kepada Abu Dzarr, “Wahai Abu Dzarr, barangsiapa mati dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mecium bau surga, kecuali bila ia bertobat sebelum maut menjemputnya. “ Abu Dzarr berkata, “Ya Rasulullah, aku mudah terpesona dengan keindahan. Aku ingin gantungan cambukku indah dan pasangan sandalku juga indah. Yang demikian itu membuatku takut.” Rasulullah Saw bertanya, “Bagaimana perasaan hatimu? “ Abu Dzarr menjawab, “Aku dapatkan hatiku mengenal kebenaran dan tenteram di dalamnya. “Rasulullah Saw berkata, “Yang demikian itu tidak termasuk takabur. Takabur itu meninggalkan kebenaran dan kamu mengambil selain kebenaran. Kamu melihat kepada orang lain dengan pandangan bahwa kehormatannya tidak sama dengan kehormatanmu dan darahnya tidak sama dengan darahmu.” Banyak manusia yang terjebak dalam kesombongan yang ia sendiri tidak menyadarinya. Apabila anda tidak mau menerima sebuah kebenaran dikarenakan oleh kebenaran tersebut disampaikan dari lidah seorang miskin, atau seseorang yang anda rasa lebih rendah dari anda. Anda telah takabur. Atau anda tidak ingin mendengar penjelasan seseorang karena pemahamannya berbeda dari anda, lalu anda menganggap orang tersebut salah dan andalah yang paling benar. Atau karena anda merasa lebih berilmu dengan gelar anda atau jabatan anda lalu anda tidak ingin disamakan dengan orang yang tidak memiliki apapun. Anda telah takabur. Apabila anda seorang ahli agama. Anda khususkan surga hanya bagi golongan anda, dan selain anda dan kelompok anda semuanya berada dalam neraka. Atau apabila anda seorang ahli ibadah, lalu anda merasa bangga dengan amalan – amalan anda sehingga meninggalkan keutamaan akhlak kepada orang disekitar anda. Anda telah takabur. Atau apabila anda telah memiliki kekuasaan atau harta yang berlebih, lalu anda dengan berbagai alasan menolak berbaur dan berbuat dzalim kepada orang lain. Anda telah takabur. Dan anda telah menjadi orang gila yang sebenarnya.
LUPA
saya ini termasuk orang pelupa.seringkali saya mengalami lupa yang bagi orang lain sebenarnya sesuatu hal yang tak seharusnya dilupakan.
kadang banyak hal yang sudah direncanakan sebelumnya,tiba-tiba saja terlewat begitu saja dengan tanpa sadar.
banyak hal kecil, misalnya menaruh kunci yang baru sudah dipakai.
ada pula kelupaan yang cukup membuat khawatir juga, misalnya dompet yang lupa saya taruh dan lupa membawanya
saat saya belanja.
pernah juga kelupaan menyimpan uang dan ternyata saat dicari ngga ketemu
hmm...
kadang saya kesaldengan diri saya sendiri dengan sifat pelupa ini.apalagi kalau imbas kelupaan saya cukup merepotkan atau membawa dampak bagi orang lain, padahal bagi orang tersebut apa yang saya lupakan adalah sesuatu yang sangat penting.
keadaan seperti ini jadi menimbulkanperasaan bersalah pada diri saya. namun menyalahkan diri sendiri nampaknya bukan perkara bijak. semakin kita menyalahkan diri sendiri semakin membuat kita tertekan dan ini tentu bukan hal yang baik.
akhirnya seiring waktu saya mulai belajar memahami dan mengatasi sifat pelupa saya. ketika sudah mau pergi jauh misalnya, saya biasanya sudah persiapkan segala sesuatunya sehari sebelum berangkat semua sudah harus lengkap.
saya cek berulang kali terutama barang yang wajib (dompet misalnya). namun untuk hal" yang sifatnya mendesak, sifat pelupa saya ternyata masih sulit hilang. lagi" ini membuat saya kadang tertekan dan guilty.
saya sadari kalau sikap saya seperti ini terus maka hal ini akan menjadi lingkaran setan yang tak berkesudahan. saya tak menjadi lebih baik tapi malah makin parah. sampai saya sadar bahwa lupa adalah salah satu sifat manusia.
tak ada manusia didunia ini yang tak pernah lupa. sekarang saya mulai agak kompromis dan pemaaf kepada diri sendiri kalau saya lupa. tak lagi terlalu menyalahkan diri sendiri.
kadang banyak hal yang sudah direncanakan sebelumnya,tiba-tiba saja terlewat begitu saja dengan tanpa sadar.
banyak hal kecil, misalnya menaruh kunci yang baru sudah dipakai.
ada pula kelupaan yang cukup membuat khawatir juga, misalnya dompet yang lupa saya taruh dan lupa membawanya
saat saya belanja.
pernah juga kelupaan menyimpan uang dan ternyata saat dicari ngga ketemu
hmm...
kadang saya kesaldengan diri saya sendiri dengan sifat pelupa ini.apalagi kalau imbas kelupaan saya cukup merepotkan atau membawa dampak bagi orang lain, padahal bagi orang tersebut apa yang saya lupakan adalah sesuatu yang sangat penting.
keadaan seperti ini jadi menimbulkanperasaan bersalah pada diri saya. namun menyalahkan diri sendiri nampaknya bukan perkara bijak. semakin kita menyalahkan diri sendiri semakin membuat kita tertekan dan ini tentu bukan hal yang baik.
akhirnya seiring waktu saya mulai belajar memahami dan mengatasi sifat pelupa saya. ketika sudah mau pergi jauh misalnya, saya biasanya sudah persiapkan segala sesuatunya sehari sebelum berangkat semua sudah harus lengkap.
saya cek berulang kali terutama barang yang wajib (dompet misalnya). namun untuk hal" yang sifatnya mendesak, sifat pelupa saya ternyata masih sulit hilang. lagi" ini membuat saya kadang tertekan dan guilty.
saya sadari kalau sikap saya seperti ini terus maka hal ini akan menjadi lingkaran setan yang tak berkesudahan. saya tak menjadi lebih baik tapi malah makin parah. sampai saya sadar bahwa lupa adalah salah satu sifat manusia.
tak ada manusia didunia ini yang tak pernah lupa. sekarang saya mulai agak kompromis dan pemaaf kepada diri sendiri kalau saya lupa. tak lagi terlalu menyalahkan diri sendiri.
MENGATASI MALAS
malas merupakan salah satu sifat dan kebiasaan yang seringkali menjangkiti kebanyakan kita, termasuk saya. malas adalah salah satu musuh utama kemajuan. banyak hal yang semestinya dapat dikerjakan dan diselsaikan akhirnya hanya tinggal rencana saja akibat terjangkiti rasa malas.
saya pernah membaca di buku bahwa sebenarnya malas itu terkait dengan sifat lain, salah satunya adalah rasa takut, takut menghadapi konsekuensi masa depan yang cenderung negatif. masa depan di sini tak hanya masa depan dalam rentang waktu yang panjang, namun juga dalam waktu yang pendek pula.
pengalaman saya, kemalasan juga membuat kita suka menunda-nunda pekerjaan yang semestinya dapat di selsaikan dengan lebih cepat. padahal penundaan ini justru malah membuat repot di belakang hari karena bagaimanapun pekerjaan tersebut juga harus di selsaikan, malah terkadang waktunya semakin mepet.
seringkali kita malas melakukan suatu pekerjaan karena kita merasa 'keberatan' atau merasa bahwa pekerjaan itu bukan seharusnya kita yang menyelesaikan.
untuk mengatasi rasa malas ini memang bukan perkara mudah. sampai sekarangpun saya masih sering bergelut dengan rasa malas ini. salah satu langkah mengatasi malas dengan beberapa tips berikut. cobalah melihat masa depan dengan lebih positif. konsekuensi dari pekerjaan apapun pasti ada, baik yang baik atau buruk.
kalaupun apa yang kita kerjakan itu salah, janganlah hal itu mematahkan kita. kesalahan adalah hal yang manusiawi asalkan kita dengan besar hati mau mengakui dan memperbaiki kesalahan itu, untuk maju selangkah yang lebih baik lagi. bahkan kita harus terus mempertanyakan kepada diri sendiri apakah perbuatan kita selama ini sudah benar atau harus diluruskan.
"hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang hakikatnya tak layak untuk dilanjutkan " kata socrates.
untuk mengatasi perasaan berat hati saat melakukan pekerjaan, gantilah perasaan 'saya harus mengerjakan' dengan saya ingin mengerjakan'. kita melakukan pekerjaan bukan karena 'harus' tapi memang kita ingin dan senag melakukannya nikmatilah setiap langkah.
kita juga harus ingat bahwa waktu adalah salah satu anugerah allah yang harus kita syukuri dengan mengisinya dengan perbuatan yang baik dan bermamfaat, bukan mengisinya dengan bermalas-malasan.
selain berusaha, tentu kita juga hrus banyak berdoa, karena semua usaha kita tak akan ada pengaruhnya tanpa campur tangan kekuasaan allah.
saya pernah membaca di buku bahwa sebenarnya malas itu terkait dengan sifat lain, salah satunya adalah rasa takut, takut menghadapi konsekuensi masa depan yang cenderung negatif. masa depan di sini tak hanya masa depan dalam rentang waktu yang panjang, namun juga dalam waktu yang pendek pula.
pengalaman saya, kemalasan juga membuat kita suka menunda-nunda pekerjaan yang semestinya dapat di selsaikan dengan lebih cepat. padahal penundaan ini justru malah membuat repot di belakang hari karena bagaimanapun pekerjaan tersebut juga harus di selsaikan, malah terkadang waktunya semakin mepet.
seringkali kita malas melakukan suatu pekerjaan karena kita merasa 'keberatan' atau merasa bahwa pekerjaan itu bukan seharusnya kita yang menyelesaikan.
untuk mengatasi rasa malas ini memang bukan perkara mudah. sampai sekarangpun saya masih sering bergelut dengan rasa malas ini. salah satu langkah mengatasi malas dengan beberapa tips berikut. cobalah melihat masa depan dengan lebih positif. konsekuensi dari pekerjaan apapun pasti ada, baik yang baik atau buruk.
kalaupun apa yang kita kerjakan itu salah, janganlah hal itu mematahkan kita. kesalahan adalah hal yang manusiawi asalkan kita dengan besar hati mau mengakui dan memperbaiki kesalahan itu, untuk maju selangkah yang lebih baik lagi. bahkan kita harus terus mempertanyakan kepada diri sendiri apakah perbuatan kita selama ini sudah benar atau harus diluruskan.
"hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang hakikatnya tak layak untuk dilanjutkan " kata socrates.
untuk mengatasi perasaan berat hati saat melakukan pekerjaan, gantilah perasaan 'saya harus mengerjakan' dengan saya ingin mengerjakan'. kita melakukan pekerjaan bukan karena 'harus' tapi memang kita ingin dan senag melakukannya nikmatilah setiap langkah.
kita juga harus ingat bahwa waktu adalah salah satu anugerah allah yang harus kita syukuri dengan mengisinya dengan perbuatan yang baik dan bermamfaat, bukan mengisinya dengan bermalas-malasan.
selain berusaha, tentu kita juga hrus banyak berdoa, karena semua usaha kita tak akan ada pengaruhnya tanpa campur tangan kekuasaan allah.
Langganan:
Postingan (Atom)