saya seringkali prihatin ketika melihat banyak generasi anak-anak kita sudah "terjun" ke dunia jalanan.lebih prihatin lagi banyak di antaranya yang sudah terbiasa menjadi peminta-minta.padahal banyak juga yang bertubuh gemuk
sehat dan berbaju bersih.
takutnya makin banyak anak-anak memiliki mentalitas pengemis sejak dini. apalagi jika mereka sudah merasakan kalau mengemis ternyata mudah dan instan dalam mencari uang.
beberapa waktu lalu saya agak terenyuh, di sebuah perepatan sudirman bandung saya melihat seorang anak gadis kecil, agak kurus kulitnya terbakar matahari, wajahnya menunjukan betapa kerasnya hidup. mulanya saya kira pengemis ternyata dia berjualan koran !
di tengah anak-anak lain yang mungkin lebih suka meminta-minta, dia lebih memilih berjualan koran. hari berikutnya saya menemui lagi seorang anak kecil, yang juga tidak mengemis.
anak ini pun berjualan di depan gramedia. seorang anak kecil yang bene-bener ingusan ia berjualan dengan duduk di dekat tangga, sambil sesekali mengintip, membaca koran dagangannya.
ketika seusia dia, saya mungkin sehari-hari kerjaannya cuma bermain dan bermain, tapi anak ingusan ini sudah berjuang menyambung hidup. di saat itu saya sempat membeli koran (meski saya sebernarnya tidak terlalu butuh), hanya untuk sedikit "membantu" anak ini. saya sempat bertanya "apakah ade tidak sekolah"
jawab si anak "sekolah kelas 1 SD". karena sekolah pulang jam 9, "katanya" dia langsung berjualan koran.
saat itu pula saya merasa malu sendiri, betapa tak bersyukurnya saya. seusia dia itu saya masih bisa menikmati masa bermain saya. dan sampai sekarang juga dimana saya sudah mau beranjak dewasa (dalam arti akil balik) harusnya saya lebih banyak lagi bersyukur.
apalagi melihat anak sekecil itu harus bergelut dan berjuang mencari makan yang penghasilannya tentu tak seberapa besar, jauh di bawah saya, apalagi masih menyempatkan untuk sekolah.
saya sangat salut juga dengan pilihan mereka, meski serba susah dengan himpitan ekonomi, mereka masih punya "keberanian" dan "kekuatan" besar untuk tidak meminta-minta . mereka lebih memilih 'brave' dengan berjualan koran yang saya kira jauh lebih berat konsekuensin dan penghasilannya dibanding dengan mengemis (karena saya pernah baca buku bahwa kalau mengemis itu ternyata hasilnya cukup mencengangkan).
saya hanya bisa berdoa dalam hati. ya allah jagalah anak-anak ini kuatkanlah tiap langkahnya, dan mudahkanlah jalannya di masa depan....
amin
sehat dan berbaju bersih.
takutnya makin banyak anak-anak memiliki mentalitas pengemis sejak dini. apalagi jika mereka sudah merasakan kalau mengemis ternyata mudah dan instan dalam mencari uang.
beberapa waktu lalu saya agak terenyuh, di sebuah perepatan sudirman bandung saya melihat seorang anak gadis kecil, agak kurus kulitnya terbakar matahari, wajahnya menunjukan betapa kerasnya hidup. mulanya saya kira pengemis ternyata dia berjualan koran !
di tengah anak-anak lain yang mungkin lebih suka meminta-minta, dia lebih memilih berjualan koran. hari berikutnya saya menemui lagi seorang anak kecil, yang juga tidak mengemis.
anak ini pun berjualan di depan gramedia. seorang anak kecil yang bene-bener ingusan ia berjualan dengan duduk di dekat tangga, sambil sesekali mengintip, membaca koran dagangannya.
ketika seusia dia, saya mungkin sehari-hari kerjaannya cuma bermain dan bermain, tapi anak ingusan ini sudah berjuang menyambung hidup. di saat itu saya sempat membeli koran (meski saya sebernarnya tidak terlalu butuh), hanya untuk sedikit "membantu" anak ini. saya sempat bertanya "apakah ade tidak sekolah"
jawab si anak "sekolah kelas 1 SD". karena sekolah pulang jam 9, "katanya" dia langsung berjualan koran.
saat itu pula saya merasa malu sendiri, betapa tak bersyukurnya saya. seusia dia itu saya masih bisa menikmati masa bermain saya. dan sampai sekarang juga dimana saya sudah mau beranjak dewasa (dalam arti akil balik) harusnya saya lebih banyak lagi bersyukur.
apalagi melihat anak sekecil itu harus bergelut dan berjuang mencari makan yang penghasilannya tentu tak seberapa besar, jauh di bawah saya, apalagi masih menyempatkan untuk sekolah.
saya sangat salut juga dengan pilihan mereka, meski serba susah dengan himpitan ekonomi, mereka masih punya "keberanian" dan "kekuatan" besar untuk tidak meminta-minta . mereka lebih memilih 'brave' dengan berjualan koran yang saya kira jauh lebih berat konsekuensin dan penghasilannya dibanding dengan mengemis (karena saya pernah baca buku bahwa kalau mengemis itu ternyata hasilnya cukup mencengangkan).
saya hanya bisa berdoa dalam hati. ya allah jagalah anak-anak ini kuatkanlah tiap langkahnya, dan mudahkanlah jalannya di masa depan....
amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar